SKEMA RANGKAIAN UPS 600 WTT

Skema rangkaian UPS 600 Watt berperan untuk mensuply backup tegangan/voltage di waktu sumber listrik dari jaringan listrik comersial padam. Skema rangkaian UPS 600 Watt tersebut bakal merubah tegangan/voltage DC dari accumulator 12 volt mejadi tegangan/voltage AC 220 volt di waktu jaringan listrik komersial padam secara automatis. Skema rangkaian UPS 600 Watt tersebut bisa diberikan beban sampai 600 watt.

Tegangan/voltage output Skema rangkaian UPS 600 Watt tersebut yaitu 220 volt AC dngn wujud gelombang sinus termodifikasi (modified sine wave). Skema rangkaian UPS 600 Watt tersebut cukup komplek & terbagi dalam beberapa bagian. Dibawah ini yaitu gambar “Rangkaian UPS 600 Watt” disebut

ALT

Skema rangkaian UPS 600 Watt yang ditunjukan pada gambar di atas terbagi dalam bagian-bagian sbg dibawah ini.

Detektor Tegangan/voltage AC Komersial

Detektor tegangan/voltage AC tersebut berperan untuk mendeteksi status jaringan AC komersial, jika jaringan AC komersial ada maka UPS tdk menghidupkan tegangan/voltage AC 220 V untuk beban. Kemudian di waktu jaringan AC komersial padam maka detektor tersebut bakal memberikan perintah di UPS untuk menghidupkan tegangan/voltage AC 220V untuk beban. Sisi detektor tersebut disusun oleh konfigurasi dioda bride D21 & optocoupler AOT128G.

Inverter 600 Watt
Inverter 600 watt tersebut berperan untuk menghidupkan tegangan/voltage AC 220V dari sumber tegangan/voltage DC 12 volt. Sisi tersebut bakal mensuply output berbentuk tegangan/voltage AC 220 volt dngn bentuk gelombang sinus termodifikasi (modified sine wave). Sisi inverter tersebut di bangun memakai komponen utama IC U3 K561NE8 & jaringan saklar transistor dengan tipe KT315 & KT815.

Pembangkit Pulsa Inverter

Pembangkit pulsa inverter berperan untuk memastikan frekeuensi kerja inverter & memastikan frekeuensi tegangan/voltage output AC dari inverter. Sisi pembangkit pulsa tersebut di bangun dngn 2 sisi yakni.

Osciltor kristal T1, skema rangkaian oscilator tersebut berperan untuk menghidupkan gelombang dngn frekeunsi output 128 KHz yg stabil. Penentu frekuensi skema rangkaian oscilator dipakai suatu kristal dngn maksud untuk memperoleh frekeuensi output yg stabil & tepat.
Pembagi frekuensi U1 & U2, skema rangkaian pembagi frekuensi tersebut berperan untuk membagi frekuensi output oscilator kristal dngn faktor pembagi 256 hingga didapat pulsa output 500 Hz. Pulsa 500 Hz tersebut oleh processor inveter IC U3 dipakai untuk menghidupkan tegangan/voltage output 220 V AC dngn frekuensi kerja 50 Hz dngn wujud gelombang sinus termodifikasi.
Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua. Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *